Categories
Pelajaran Hidup

Kehidupan Seorang Brinjal

Home » Pelajaran Hidup » Kehidupan Seorang Brinjal

Brinjal.

Nama yang kayanya Asia banget, tapi ternyata digunakan secara universal.

I came across this word from my girlfriend. Waktu itu sebenernya gue mau mulai main podcast, dimana gue bisa mengundang temen-temen profesional untuk berbagi ilmu, baik professional atau sekedar life-lesson. Tapi karena keadaan yang ngga kondusif, gue memutuskan untuk menahan diri dulu.

Why the name: Dream Brinjal blog?

Brinjal adalah nama yang merepresentasikan sebuah makhluk yang ngga asing. Nama yang kurang menarik, tapi sangat menarik untuk dinikmati. Sayangnya, makhluk ini lebih dikenal dengan nama lain.

Brinjal adalah makhluk berwarna ungu, yang sangat lezat kalo dikelola dengan baik. The most interesting part is that it’s really good regardless of how it’s being made. Pokoknya dia jarang mengecewakan.

Brinjal merepresentasikan filosofi hidup, dimana sebuah brinjal dapat menjadi seorang brinjal jika diproses sedemikian rupa. Dream Brinjal blog-pun dibuat atas dasar tersebut. Kita lebih tau brinjal dengan nama- nama dibawah ini:

Brinjal = Eggplant

Brinjal = Aubergine

Brinjal = Terong

Brinjal = Mad-apple

Brinjal = Garden egg

Brinjal doesn’t have a fixed identity, it changes, sama aja dengan kita kaum Gen Z dan Milenial. Ini bukan hal yang jelek yah. Brinjal may be experiencing identity crisis, sama dengan sebagian hidup kita di tahun 20an. Coba kita bandingin sama si nanas:

Nanas: Ananas

Nanas: Ananas

Nanas: Ananas

Nanas: ананас (even this looks like ananas)

Nanas: Nenas

Jadi apakah kita itu segerombolan terong?

Secara metafora, bisa aja kan sih. As millennials and Gen Z, sometimes it can take a while to really know ourselves. Mungkin ini jadi alasan kenapa banyak diantara kita yang jadi serba bisa (jack-of-all-trades)? Dengan adanya teknologi, we are blessed with infinite potentials dibandingkan dengan generasi lalu.

Yang paling penting, gue yakin dengan adanya akses teknologi dan Internet, we can use these to chase our dreams.

Therefore, Dream Brinjal.

Gue pernah baca buku yang judulnya “Outliers” yang ditulis oleh Malcolm Gladwell. Salah satu pelajaran paling signifikan yang gue pelajarin adalah pentingya korelasi “timing“ dan “place” terhadap jalur hidup seseorang, and I find this highly relatable. Jadi kalo ditanya apa yang membuat Gen Z dan Milenial seperti sekarang ini? Jawabanya bisa dikulik dari insights buku ini.

Contohnya: Jimmy yang lahir tahun 1995 (Milenial),  di Jakarta. 

Orang yang lahir pada tahun 1995 di Jakarta, Indonesia akan melewatkan hal-hal ini.

  • Orang tua kita diuji oleh terjadinya krisis moneter 1997-1999
  • Mulai masuknya komputer tahun 2000an (Pentium 3)
  • Kita adalah saksi langsung perkembangan game console (PS1 ke PS4)
  • Kita juga menjadi saksi langsung perkembangan Handphone (Dari Nokia 3310, N-Gage, ke iPhone)
  • Dan masih banyak lagi

Hubunganya apa sama buku diatas?

Pertama, Jimmy harus beterima kasih kepada orang tuanya karena telah melindungi dia dalam situasi krisis. Ini ngga gampang, dan kudos karena mereka semua sudah melewati pedasnya krisis saat itu.

Kedua, Jimmy beruntung karena menjadi saksi perkembangan computer mulai dari Windows 98. They can explore computers as Microsoft explored ways to improve their Operating System (Sehabis 98, jadi XP, lalu Vista dll) . Di era ini juga, sudah mulai banyak sekolah yang mengajarkan computer, dan juga banyak entitas yang mengajarkan computer diluar sekolah.

Terakhir, lahir di waktu ini menjadi salah satu generasi yang paling beruntung karena adanya kemungkinan buat mereka untuk menikmati different generations of gadgets and consoles. Kita yang lahir di dekade 1990 menjadi saksi atas mulai masuknya teknologi.

Mungkin sebagian dari lo saat ini udah ada yang mulai bingung.

Kebetulan aja kali

Inti dari entry ini bukan untuk membagikan fakta bahwa orang yang lahir tahun 1990an akan lebih beruntung dari yang lain.

Balik lagi ke filosofi Brinjal, kita dilahirkan dengan kondisi yang berbeda-beda. Jadi tahun bukan hanya sekedar angka. Selain gen dari keluarga, tahun dapat menjadi acuan untuk mengenali diri kita lebih lanjut dan pada akhirnya, menjawab pertanyaan “Kenapa gue begini?”

” Banggalah pada diri sendiri karena kalian itu beda. Banggalah kalian adalah seorang Brinjal, dan banggalah selagi kalian dapat bermimpi. “

Itulah Filosofi Brinjal, dan inilah Dream Brinjal blog.

Mau tau alasan kontroversial gue memulai blog ini? Click here!

Thank you for reading this entry!

Don’t miss anymore entries. Subscribe now!