Categories
Keuangan

Yang Wajib Diketahui Tentang Investasi Saham

Home » Keuangan » Yang Wajib Diketahui Tentang Investasi Saham

Banyak orang awam yang kerap memakai kata “berinvestasi” dan “bermain” saham tanpa mengetahui betapa berbedanya mereka berdua. Jauhkan bermain, dan pelajarilah berinvestasi.

Awal mula gue masuk ke dunia investasi

Gue termaksud orang baru dalam dunia investasi saham. Mungkin gue udah mempelajari ilmunya dari dulu, tapi gue baru mulai menginvestasikan  tabungan gue ke saham sejak tahun 2019.

2017-2019 adalah tahun-tahun dimana gue udah mulai sadar tentang pentingnya mengatur keuangan, tak terkecuali untuk mulai memperlajari apa itu arti investasi. Sebelumnya, gue udah buat catatan yang membahas cara paling mudah untuk mengatur keuangan lo. Klik disini.

Menurut gue, investasi saham adalah salah satu instrumen investasi terbaik yang pernah ada terutama kalo lo masih muda. Sayangnya, masih banyak orang di Indonesia yang mengaitkan investasi saham dengan judi.

Inget, ada bedanya bermain dan berinvestasi saham. Bermain saham mengunggulkan fluktuasi pasar sehari-hari, berinvestasi lebih ke mempercayai fundamental perusahaan tersebut dalam jangka panjang.

Fundamental itu kasarnya performa dari perusahaan tersebut.

Dulu saat gue baru mengenal saham, gue mulai dengan bermain saham. Mata gue gabisa lepas dari layar demi bisa mendapatkan waktu masuk (beli) yang murah, dan waktu keluar (jual) yang mahal.

Lama kelamaan, gue malah lebih merasa stress dibanding euforia saat dapat untung, disini gue berpikir..

“Apakah ini bagus buat mental gue kedepanya?”

Disaat ini lah gue mengambil waktu gue untuk belajar investasi jangka panjang. Walaupun bursa anjlok gara-gara pandemi, orang pintar akan melihatnya sebagai suatu peluang.

Saham itu judi?

Singkatnya, investasi saham itu adalah istilah dimana lo mempercayai suatu perusahaan untuk berkembang, dengan harapan performa tersebut dapat menghasilkan keuntungan.

Jadi buat yang mengira saham itu judi, mari kita lihat definisi kata ‘berjudi’ dari KBBI:

berjudi/ber·ju·di/ v 1 mempertaruhkan sejumlah uang atau harta dalam permainan tebakan berdasarkan kebetulan, dengan tujuan mendapatkan sejumlah uang atau harta yang lebih besar daripada jumlah uang atau harta semula; 2 bermain judi; bermain dadu (kartu dan sebagainya) dengan bertaruh uang: ia jatuh miskin karena suka ~;

KBBI

Mungkin to a certain extent, bermain saham bisa dikategorikan sebagai berjudi; hanya jika orang tersebut ngga ngerti dan hanya mendasarkan keputusanya dengan firasat.

Tapi, investasi saham itu bukanlah suatu permainan asal menebak. Dalam jangka penjang, performa suatu saham akan dipengaruhi oleh fundamental perusahaan tersebut.

Contohnya, kita bisa melihat dari laba (profit) suatu perusahaan di tahun-tahun sebelumnya. Kalo ia naik secara konsisten, artinya fundamentalnya sehat.

Inget, naik dan turunya harga saham dalam jangka panjang pasti ada alasanya, baik secara internal atau industri.

Bukan hanya kebetulan yah…

Jadi, saham itu bukan judi. Kalo lo berpikir main judi, mending main yang lebih umum aja kaya poker atau baccarat 🙂

Kenapa harus investasi saham?

Ada banyak alasan kenapa kita harus investasi secara umum, terutama investasi berupa instrumen saham. Sebagai investor muda, gue percaya dengan konsep diversifikasi (investasi ke tempat yang berbeda-beda), dan gue juga ingin belajar fundamental analysis.

Banyak orang yang lebih suka investasi di reksa dana karena sudah terdiversifikasi dari sananya. Kalo menurut gue, alangkah baiknya ketika kita juga bisa mempunyai portfolio berupa saham suatu perusahaan.

Dulu di pikiran gue: Akan lebih keren kalo kita bisa pamer bahwa hak milik suatu perusahaan (investasi saham), daripada pamer mempercayai dana lo ke manager investasi (investasi reksadana)

Sudut pandang yang kurang tepat sih, tapi setidaknya bisa menjadi awal gue termotivasi untuk investasi saham.

Catatan ini tidak akan memberikan jawaban langsung bahwa instrumen A lebih baik dari instrurmen B, tapi gue akan membocorkan alasan gue untuk memilih instrumen saham.

Pertama, gue suka dengan proses mengenal dan menganalisa suatu perusahaan. Untuk investasi saham, gue harus mengerti perputaran uang perusahaan tersebut; apa bisnis mereka, bersih ga CEOnya, apa rencana mereka kedepan, likuiditasnya, dan masih banyak lagi. Gue melihat semua ini dari laporan tahunan perusahaan yang bisa diakses dari website mereka.

Kedua, saham sangat cocok buat lo yang suka high risk high return. Lupakanlah crypto (contoh: Bitcoin), karena saham mempunyai fluktuasi yang valid berdasarkan pasar. Semakin muda umur lo untuk mulai berinvestasi, semakin besar kemungkinan untuk meraup untung yang besar.

Ketiga, invetasi saham sangat mudah dan lo akan berinteraksi secara langsung dengan pasar. Yang tinggal lo lakuin adalah buat rekening saham di sekuritas (won’t say any name), masukkan uang, dan belanja deh. Belanja pun sangat gampang, tinggal masukin harga beli, berapa lot (1 lot = 100 lembar), dan selesai.

Pemandangan salah satu sekuritas saham.
(Yang bisa tebak 3,230 itu saham apa gue kasih doa biar sukses)

Tapi inget, banyak orang yang mempunyai mental kurang kuat untuk investasi saham. Jadi ketika mereka melihat minus, mereka penik dan jual. Ketika mereka melihat hijau, mereka happy dan langsung jual.

Kuncinya cuma satu, buy and hold.

Kapan investasi saham?

Salah satu pertanyaan yang paling banyak ditanya adalah:

“Kapan kita harus mulai masuk market dan investasi?”

Wajar aja sih untuk menanyakan hal ini. Pasti ada yang takut karena kurang familiar dengan bursa, atau ada yang ingin investasi saham tanpa resiko sama sekali.

Sayangnya, gue akan mengungkapkan berita buruknya terlebih dahulu;  resiko untuk rugi pasti akan selalu ada.

Tapi inget, kita sebagai investor cerdas bisa meminimalisir resiko tersebut. Biasanya ada 2 fundamental yang kita ikuti; analisa fundamental dan diversifikasi.

Kalo 2 konsep tersebut ditaati dengan sebaik mungkin, pertanyaan “kapan harus investasi” udah ngga akan ada gunanya lagi. Selagi lo yakin dengan keputusan lo, berinvestasilah as soon as possible.

Ingat, analisa dulu fundamental suatu perusahaan dan selalu pertimbangkan untuk diversifikasi. Ketik sudah yakin, langsung masuk pasar.

Kenapa langsung masuk pasar dan ngga nunggu masa krisis semacam pandemi sekarang ini?

Kita harus bicara fakta bahwa ngga ada yang expect penyakit tersebut bakal menjadi sebuah pandemi seperti sekarang dengan jangka waktu yang sangat cepat. Kita tidak akan pernah bisa memprediksi masa depan.

Gue ulangi lagi, kalo lo bisa memprediksi masa depan, saham bukanlah tempatnya, berjudi di casino lebih cepat.

Invetasi secepat mungkin itu satu hal, hal yang lain adalah membuat investasi sebagai suatu rutinitas lo tiap bulan, bisa disebut juga dengan DCA (Dollar Cost Averaging).

DCA akan meminimalisir resiko lo, dan menjadi salah satu senjata jikalau bursa kembali terjun bebas.

Simpelnya, ketika lo beli 1 lot (100 lembar) saham dengan harga 1000 rupiah di bulan Januari, dan lo kembali membeli 1 lot saat terjun ke 500 rupiah, lo masih bisa menikmati selisihnya karena rata-rata value saham lo adalah 750 rupiah.

Ini namanya average down.

Tapi selalu inget bahwa menganalisa suatu perusahaan secara fundamental sangatlah penting. Selain lo bisa melihat performa saham tersebut, informasi dalam fundamental dapat memberikan informasi apakah harga saham tersebut terlalu mahal apa udah terlalu murah.

Ini semua akan gue bahas di catatan yang akan datang.

Intinya, mulai investasi secepat mungkin, dengan catatan lo telah melakukan riset lo.

Buatlah investasi saham menjadi hal yang membosankan

Inilah pesan terakhir gue untuk menutupi catatan ini. Gue tidak merekomendasikan untuk berinvestasi saham kalo yang dicari itu adalah adrenalin.

Maka dari itu, gue percaya bahwa investasi saham harus menjadi suatu aktifitas yang membosankan.

If you give too much excitement to investing, you will be influenced by your subconscious to sell when you gain a lot, and also sell when you start to see negatives.

Invetasi saham adalah permianan jangka panjang, dimana kedisiplinan dan komitmen lah yang akan diuji.

Baik harga saham yang terbang tinggi atau terjun payung, lo tidak terpengaruh.

Butuh latihan untuk ini, guepun pernah melewati momen kaya gini yang pada akhirnya menghanguskan uang gue.

Kedisiplinan yang gue pelajari dalam berinvestasi juga sangat berpengaruh untuk hidup gue secara keseluruhan. Gue jadi lebih termotivasi untuk mencari income source baru, networking sama orang, dan masih banyak lagi.

Investing is a lifestyle

Thank you for reading this entry!

Don’t miss anymore entries. Subscribe now!