Categories
Keuangan

Investasi Reksadana: Paling Cocok Untuk Pemula?

Home » Keuangan » Investasi Reksadana: Paling Cocok Untuk Pemula?

Investasi Reksadana menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak digunakan. Kok bisa begitu? Catatan ini akan mengupas tuntas hal yang harus diketahui mengenai Reksadana, apakah ideal untuk pemula, dan spekulasi halal haramnya berinvestasi.

Setelah membahas salah satu instrumen investasi yang paling gue suka, yaitu saham (baca disini), kayaknya catatan di blog gue ga akan lengkap tanpa keberadaan Reksadana.

Bukanya apa, Reksadana juga menjadi salah satu instrumen investasi yang juga gue gunakan untuk jangkah pendek hingga menengah.

Selain diversifikasi ke saham yang berbeda, pertimbangkan juga untuk diversifikasi ke instrumen yang lain.

Singkat mengenai Reksadana

Menurut gue, Reksadana adalah definisi langsung dari diversifikasi. Kalo yang masih bingung apa itu diversifikasi, gue akan coba jelasin.

Ketika lo taro semua uang lo di perusahaan A, dan perusahaan itu bangkrut, lo akan kehilangan semua uang lo.
Ketika lo investasi 50% uang lo di perusahaan A, dan 50% di perusahaan B, dan tiba-tiba perusahaan A bangkrut, setidaknya lo masih punya 50% dari uang lo.

Reksadana membolehkan lo untuk diversifikasi secara langsung, tanpa harus pergi ke satu saham ke saham yang lain secara manual.

Reksadana di buat oleh suatu entitas, dan di manage oleh fund manager. Merekalah yang akan mengalokasikan uang lo di produk Reksadana tersebut.

Bukan hanya saham, Reksadana memperbolehkan lo untuk diversifikasi ke instrumen lain, bahkan mengkombinasikan instrumen-instrumen tersebut.

Berikut ini akan gue bagikan 4 jenis Reksadana paling umum, dari yang paling aman hingga ke yang paling menguntungkan

  • Reksadana Pasar Uang

100% akan dialokasikan ke pasar uang. Punya tingkat likuiditas (menarik tunai uang lo) yang tinggi. Lebih digunakan untuk jangka pendek hingga menengah. Cocok untuk dana darurat lo.

  • Reksadana Pendapatan Tetap

Isinya lebih ke obligasi. Menawarkan balance antara keuntungan dan resiko. Cocok untuk jangka pendek hingga menengah. Biasanya untuk rencana lo buat menikah atau menghidupi keluarga.

  • Reksadana Campuran

Campuran antara saham dengan obligasi plus pasar uang. Buat yang lebih berani mengambil resiko demi keuntungan. Produk-produknya pun punya persentasi yang beragam.

  • Reksadana Saham

Campuran saham-saham yang berbeda, dan yang paling beresiko, yet can yield the most return. Cocok untuk jangka panjang (paling tidak diatas 5 tahun) karena fluktuasinya yang sangat signifikan.

Rumusnya adalah high risk = high return

Nah karena sekarang lo udah tau fundamental reksadana dan jenis-jenisnya, selanjutnya akan gue buka hal-hal yang harus lo ketahui sebelum membeli reksadana.

Yang wajib diketahui mengenai Investasi Reksadana

Bagaimana cara membelinya?

Beda dengan investasi saham yang dibeli di sekuritas, cara paling gampang untuk membeli r\Reksadana adalah dengan memanfaatkan online platform.

Untuk gue pribadi, gue memakai Bareksa. Salah satu alasan kenapa gue memilih Bareksa adalah banyaknya promosi-promosi seperti cashback dan undian yang sangat membantu.

Bareksa juga sudah mempunyai ragam produk yang sangat lengkap, mulai dari pasar uang, hingga Reksadana saham dari berbagai fund manager.

Sebagai anak Marketing, gue juga sadar dan peka bahwa Bareksa mendengarkan pelangganya. Ini bisa dilihat dari improvement from their application and website UX sejak gue menjadi customer.

Jadi, cara membeli Reksadana sangatlah gampang. Ringkasna ke situs terpercaya yang sudah punya lisensi OJK (atau Bareksa langsung juga bisa), buat akunya cukup dengan identitas dan foto kartu identitas, pilih produknya, transaksi deh.

Nah sekarang pertanyaanya; bagaimana cara memilih produk?

Pilih sesuai kebutuhan

Jawabnya: pilihlah produk sesuai kebutuhan dan jangka waktunya.

Lo investasi untuk apa? Biaya menikah 5 tahun lagi? Biaya liburan 2 tahun lagi? Semua ada produknya masing masing.

Semakin lama jangka waktu lo untuk berinvestasi / masa tenggang tujuan lo, semakin boleh lo untuk mengambil resiko.

Misalkan, untuk dana pensiun, bisalah ambil reksadana saham yang semuanya berisikan saham.

Mau nabung untuk liburan tahun depan, sebaiknya ambil yang tidak terlalu beresiko seperti pasar uang.

Di Bareksa, lo bisa sort jenis produk apa yang lo inginkan, siapa fund managernya, dan performanya.

Terdapat Fee

Saat lo investasi di Reksadana, kalian itu “menitipkan” dan mempercayai uang kalian kepada orang lain. Jadi, membeli reksadana mungkin dianggap membeli sebuah produk. Tapi pada akhirnya, kalian juga membeli suatu servis.

Terdapat biaya yang harus kita ketahui sebelum berinvestasi di Reksadana. Biasanya list biaya tersebut bisa dilihat dari factsheet dari produk itu.

reksadana
Prospectus dan Fund Factsheet

Tapi untuk lebih memastikan, kalian bisa membaca juga dokumen prospectus dari produk reksadana tersebut (Di Bareksa, semua sudah tertera dengan sangat jelas)

Contoh biaya yang paling umum untuk investor adalah:

  • Subscription fee: ~Maksimal 2%
  • Redemption/Selling fee: ~Maksimal 2%
  • Biaya pengalihan investasi (Kalo mau ganti produk): ~Maksimal 2%
  • Biaya Manajemen: ~Maksimal 2% per tahun
  • Biaya Bank Kustodian (Yang nampung) : ~0.2% – 0.25% per tahun

Disini gue akan kasih hot tips. Pertama, semua ini mungkin keliatan kecil, tapi kalian harus bandingkan dengan seberapa menguntungkan produk yang kalian pilih di tahun-tahun yang lalu. Kalo minus, buat apa kalian memilih produk tersebut?

Yang kedua, jangan karena tips pertama, kalian memutuskan untuk memilih produk dengan biaya termurah. Produk dengan biaya termurah belum tentu akan menjadi produk yang stabil.

Terdapat resiko

Ini sangat cocok untuk menutup segmen ini. Mau seberapa hati-hati kalian dalam berinvestasi, mau seberapa banyak uang yang kalian investasikan, dan mau seberapa hokinya kalian dalam hidup, selalu akan ada resiko dalam investasi.

Beberapa resiko fundamental yang umum adalah:

  • Fluktuasi kondisi eksternal (ekonomi, politik, dll) Indonesia dan dunia.
  • Tinggi/rendahnya suku bunga
  • Adanya perubahan peraturan
  • Likuiditas (Seberapa mudah dana lo bisa dikeluarin)
  • Inflasi
  • Masih banyak lagi.

Tapi, lo ga perlu panik karena semua investor mempunya resiko-resiko diatas. Tapi ada baiknya kita sebagai investor untuk memahami apa yang sebenarnya kita lakukan saat berinvestasi.

Apakah Investasi Reksadana paling ideal untuk pemula?

Segmen ini mungkin akan memicu suatu argumen, tapi karena ini blog gue, sudah sepantasnya gue untuk mengekspresikan opini pribadi.

Sangat benar bahwa investasi Reksadana jauh lebih gampang, dan ada banyak alasanya.

Pertama, investasi Reksadana sangat amat gampang. Lo hanya perlu koneksi internet, kartu identitas, sisihkan uang, dan selesai.

Disinilah kita harus take advantage karena teknologi sangat mempermudah akses kita untuk berinvestasi.

Kedua, nilai minimum untuk berinvestasi sangatlah kecil, bahkan ada yang memperbolehkan lo untuk berinvestasi cukup dengan 10,000 saja.

Ketiga, Reksadana dikelola manajer investasi yang sudah profesional. Jadi tidak perlu khawatir akan menjadi investasi bodong (tapi balik lagi ke seberapa niatnya lo mencari tahu produk-produk reksadana tersebut yah).

(Sedikit curhatan, disinilah timbul pertanyaan besar saat gue menulis catatan ini; kenapa masih sangat banyak yang belum mulai berinvestasi? OJK aja mengungkapkan baru 0.8% penduduk Indonesia yang mulai berinvestasi https://bisnis.tempo.co/read/1273578/ojk-jumlah-investor-baru-08-persen-dari-penduduk-indonesia)

Balik lagi ke topik, pada akhirnya hanya lo yang bisa memutuskan yang mana yang paling ideal buat lo.

Mungkin Reksadana adalah instrumen yang paling aman karena naturenya yang sudah terdiversifikasi. Tapi menurut gue, paling gampang bukan berarti paling ideal untuk semua pemula.

Reksadana cocok buat lo yang gamau pusing menganalisa secara mendalam, karena fund managerlah yang akan melakukan semua itu.

Dan yang terakhir, Reksadana sangatlah cocok kalo lo mempunyai goals yang harus dicapai dalam jangka waktu 2-5 tahun.

Tapi, Reksadana kurang cocok untuk menjadi pilihan pertama seorang pemula yang ingin terjun ke dunia fundamental secara mendalam.

Menurut gue, Saham mungkin akan memiliki fluktuasi yang sangat besar. Tapi, kalo lo bersedia untuk take your time dan belajar analisa fundamental, belajar membaca laporan keuangan, dan bersedia untuk membaur dengan investor lainya, saham sangatlah cocok.

Tidak ada alasan untuk tidak berinvestasi

Mungkin banyak faktor eksternal yang menentukan kesuksesan lo dalam berinvestasi. Tapi pada akhirnya, ada juga faktor yang cuma bisa ditentukan oleh lo; Lo mempunyai tujuan yang jelas, berkomitmen untuk mencapainya, dan menikmati perjalananya.

Di Indonesia, terlalu banyak bisikan bisikan dari orang disekitar yang mencegah lo untuk sukses dan mencapai financial freedom.

Dibawah ini adalah beberapa bisikkan orang yang sangking gemasnya pengen gue cubit sampe ilang, serta counterattack gue dalam satu kalimat:

“Awas investasi bodong”

Parno, 2019

Jawaban: Lo ga akan kena bodong kalo lo niat belajar.

“Awas riba”

Sotoy, 2018

Jawaban: Lo ga akan mengira investasi itu riba kalo lo niat belajar.

Ikhlaskan rezeki sama yang diatas

Unknown, 2016

Jawaban: Memang pada akhirnya ada yang menentukan, tapi apakah itu berarti kita ga berusaha?

Masih ada lagi? Gue counter semuanya dengan satu link: Halal Haram Investasi Reksadana, Begini Bunyi Fatwa MUI

Males baca? Pantesan aja ketinggalan..

Thank you for reading this entry!

Don’t miss anymore entries. Subscribe now!