Categories
Keuangan

Antara Aku dan Uang: Apa Arti Uang Untuk Kita?

Home » Keuangan » Antara Aku dan Uang: Apa Arti Uang Untuk Kita?

Arti uang mungkin berbeda-beda, tapi apa sih arti uang untuk seorang pekerja keras? Catatan minggu ini ditulis oleh seorang entrepreneur yang ingin membagikan pengalaman pribadinya dengan uang.

Halo temen-temen disini dengan Alfin, sseseorang yang baru lulus S1 atau Sarjana saat Oktober kemaren (2019). Jadi emang masih fresh banget.

Di kesempatan ini, aku nggak cerita hal yang berat-berat untuk temen. Aku mau cerita hal yang santai tapi sangatlah penting untuk kita semua. Apalagi untuk kita yang masih muda (yang tua gapapa tapi jiwa dan semangatnya lebih muda kadang!).

Suatu pembahasan mengenai money!! Inilah suatu topik yang akan aku bahas; Money and Me: What money is to us. Oke let’s enjoy and let me start our journey.

Arti uang dan peluang di balik batu

Aku mulai pake cerita pribadi. Inget, Nggak semua orang pernah aku ceritain tentang hal ini, dan malah this is close and dear to my heart karena ini personal experience yang berarti banget di hidupku. Eksklusif di Dream Brinjal Blog.

Jadi kalo kalian di jurusan kuliah S1 aku ( Teknik Industri di Universitas Trisakti ) ada praktikum yang harus kalian kerjain selama kalian aktif jadi mahasiswa di jurusan ini.

Praktikum itu namanya PIM ( Perancangan Industri Manufaktur ya bukan Pondok Indah Mall hehe). Di praktikum ini, kita ngelakuin banyak hal mulai dari excel, hitung matematis, hitung excel, pengecatan, bubut besi, excel, dan merancang pabrik. Tapi emang mayoritas waktu itu kita tugas excel dan dibilang jadi sarjana excel.

Pada tahun ke 2 PIM ini ada praktikum kita mewarnai peta. Peta ini kita bikin sendiri dari hitungan kita dan hasilnya peta yang isinya gambar dan layout pabrik kita sampai sekecil detail apapun ( Sampe detail ada ikan di kolam ikan pabrik!).

Disini kita warnain pake kapur warna, di gerus dan (siap-siap) yang terpenting buat cerita ini itu adalah dimana jalanan di peta tersebut harus di warnain pake ABU ROKOK.

Kenapa abu rokok? Karena warna abu-abunya bagus dan halus. Nah, dari aku tau 1 angkatan yang isi 200 orang semua mewarnai peta ini pake abu rokok di hari yang sama aku langsung mikir “Hmmm ini ada DEMAND GEDE pasti ada yang beli”.

Dari pikiran itu selama 2 minggu sebelom hari itu aku cari abu rokok kemana-mana. Beneran, sampe ke smoking area mall minta ke CSnya, ke tongkrongan-tongkrongan kampus, dan pastinya ke temen-temen sendiri.

Yang bikin plot twistnya itu disini adalah pada saat itu AKU NGGAK NGEROKOK. Jadi emang murni nyari.

Setelah udah terkumpul aku kemas di Ziploc kecil-kecil. Dan akhirnya di H-1 praktikum itu, dengan aku tau ada demand segede itu “dagangan” ini aku blast ke semua temen-temen.

Hasilnya, kurang dari 15 menit sold out!! Lucu ya ceritanya? Tapi itu 100% fakta.

Moral dari cerita itu bukan dagangin apapun ya. Tapi pelajaran yang aku mau kita semua pelajarin itu berasal dari guru aku, Anthony Robbins (azek), yang berkata;

“Uang itu alat tukar nilai tambah”. Di kasus aku ini aku ngasih nilai tambah kepada sebuah problem yaitu ada perlu abu rokok dan aku provide itu jadinya aku dapet uang.

Uang itu tidak jahat, malah kita mendapat uang dengan cara memberi manfaat ke orang-orang sekitar.

Kalo kita dapet uang tapi nggak memberi manfaat (malah merugikan), ya namanya nyolong atau menjadi criminal.

Nah, jadi mending kasih nilai tambah dulu baru dapet uang. Dalam skenario ini, orang lain malah akan tertolong,  mulia deh!

Pelajaran lain yang aku mau kita ambil dari cerita ini adalah kita pasti bisa menjual apapun, asalan ada demand yang kuat.

Aku jualan abu rokok loh, abu rokok! Produk lain sih banyak yang lebih keren, tapi yah ini yang ada demandnya, jadi kenapa tidak? Semoga cerita ini bermanfaat yah buat semua.

Apresiasi konsep nilai tambah

Nah selain cerita tadi, aku juga menyinggung tentang nilai tambah. Buat temen-temen pribadi aku pasti capek sama aku ngomong nilai tambah mulu hahaha.

Tapi konsepnya simple. Aku belajar dari mentor aku Tung Desem Waringin “Nilai tambah adalah manfaat yang kita beri sampai orang yang mendapatkan manfaat itu rela memberi uang untuk manfaat yang dia terima”.

Nah dari arti yang kayak gitu sangat mencerminkan bahwa uang itu baik kan? Masih banyak loh diluar sana orang yang anggap uang itu jahat.

Menurut aku, uang itu sangat baik karena bisa membangun kenangan dan tali silaturahmi yang lebih kuat. Uang bisa beliin adek permen, bisa ajak pacar dinner, berangkatin orang tua haji, dll.

Oke aku jelasin lagi nilai tambah dalam segi manfaat yang kita beri ke orang lain. Contohnya, aku bisa masak sate enaaaaak banget, dan aku kasih tau deh ke orang- orang

Syukurnya, orang-orang ini juga merasa kalo sate tersebut juga sangat lezat.

Nah ini yang namanya nilai tambah.

Ketika orang lain makan dan merasa enak banget sampe mereka rela bayar buat makan sate itu, nah inilah konsep dasar dari “alat tukar nilai tambah”.

Inilah cara baik, halal,  mendasar, dan simple dari arti uang. Inget yah! Harus ada nilai tambah, kalo merugikan orang namanya tindak criminal ya!!

Klarifikasi persepsi uang

Terakhir dari aku itu aku mau meluruskan persepsi uang itu jahat. No no no uang itu baik. Coba ya kita bayangin rame-rame. Ada uang kita bisa liburan sama keluarga, ada uang kita bisa sumbang kambing pas lebaran, ada uang kita bisa bayar dokter terbaik pas kita sakit.

Namun di sisi lain, ada orang yang bilang “Uang itu bikin serakah”, “Banyak uang nanti rebutan warisan”, “Uang gak dibawa mati”. Nah aku mau lurusin satu-satu persepsi dan mindset tersebut.  

Uang itu tidak bikin serakah, tetapi CINTA akan uang yang membuat kita serakah. Mau bagaimana pun, kita butuh uang untuk kelangsungan hidup, semakin cukup, semakin baik.

Dan untuk dua pendapat lain, mungkin emang iya uang ga dibawa mati, tapi masa sih kamu gamau ninggalin warisan banyak cukup demi masa depan anak-anak kita, bahkan generasi selanjutnya.

Yang bener itu bukanya kita mencintai uang, melainkan kita mencintai hal-hal yang patut kita cintai dan uanglah salah satu instrumen yang dapat membantu kita.

Nah segitu aja yah aku! Semoga mini sharing ini bermanfaat ya!

Aku ga masalah kalian setuju atau tidak dengan sharing aku. Tapi aku hanya share what I know and believe. Semoga bermanfaat, Alfin disini dan aku doain selalu semangat dan sehat selalu!!!

Ditulis oleh: Alfin Dwisatrio @radenalfindwi Entrepreneur (Gepard Motoshop, PT Infinity Chicken, Happify Socks ID)

Thank you for reading this entry!

Don’t miss anymore entries. Subscribe now!