Categories
Keuangan

4 Kesalahan Keuangan ter-Fatal Untuk Saya

Home » Keuangan » 4 Kesalahan Keuangan ter-Fatal Untuk Saya

Kesalahan wajib dibuat untuk menjadi individu yang lebih baik, tak terkecuali kesalahan dalam hal keuangan. Tidak ada salahnya kita untuk mengakui kesalahan, dan terus berjalan menjadi individu yang lebih baik lagi dalam bidang finansial.

Sangat banyak pengalaman yang bisa gue ceritakan yang berkaitan dengan keuangan. Walaupun umur gue masih termaksud early 20s (atau masi awet muda), udah lumayan banyak pelajaran-pelajaran dalam hal uang yang telah gw pelajari.

Terkadang, pelajaran paling berharga dan paling “kena” berasal dari kesalahan yang kita perbuat. Sengaja apa tidak, kesalahan tersebutlah yang membuat lo reflect on yourself, dan menjadi lebih baik lagi kedepanya.

Semua orang pas pernah membuat kesalahan dalam hal keuangan mereka. Maklum, ini karena keuangan menjadi salah satu aspek dalam hidup yang selalu berubah. Dari kecil dimana semua dibiayai, hingga lansia dimana semua bergantung kepada dana pensiun kita.

Sebagai anak muda yang baru berumur 23, inilah 4 kesalahan keuangan gue sejauh ini. Satu hal yang harus lo tau, mayoritas dari kesalahan ini baru gue sadari dalam 3 tahun terakhir. Mari kita mulai!

1. Menghabiskan saldo ATM setiap saat

Gue sudah mengakui bahwa gue bersyukur karena berada dalam keadaan yang mampu karena orang tua gue yang bekerja keras. Namun, ada momen dimana gue sadar bahwa gue selalu menghabiskan saldo gue di ATM.

Entah kenapa gue memutuskan untuk begitu, tapi yang gue lebih bingung adalah alasan kenapa gue memutuskan untuk tidak menabung.

Misalkan, setiap gue dikasih uang bulanan misalnya. Uang tersebut pasti akan selalu habis di akhir bulan, atau minggu pertama di bulan selanjutnya.

Gue inget ketika gue menjadi hardcore gamer, uang gue habis dipakai untuk membeli perlengkapan gaming. Mouse gue aja sampe ada 3, alasanya karena gamenya beda-beda.

Keseharian gue pun sangat hedon. Setiap sehabis gue dikasih bulanan, gue malah pergi ke restoran-restoran untuk makan, atau delivery ke rumah.

Disini gue belajar bahwa punya uang lebih itu memang memberikan lo sebuah kekuatan. Malah gue merasa bahwa memiliki uang lebih akan bikin gue “greget” buat menghabiskan semuanya.

Untungnya, semakin gue belajar mengenai finance, dan semakin gue sadar betapa beratnya adulting, guepun perlahan menjauh dari habit seperti ini.

Pelajaran terpenting untuk tidak melakukan hal yang sama adalah untuk memulai kebiasaan “budgeting” se dini mungkin. Ingin belajar budgeting sekarang? Klik disini

2. Tidak berinvestasi atau merencanakan lebih awal

Ketika timbul penyesalan gue karena selalu menghabiskan saldo di ATM, timbul juga penyesalan karena tidak berinvestasi lebih awal.

“Baru juga 3 tahun, pasti ga akan kerasa kok”

Mungkin gw masih harus bersyukur karena diberi peluang untuk berinvestasi sejak muda. Tapi kadang gw terbayang bagaimana jadinya ketika gw memutuskan untuk beinvestasi 3 tahun lebih awal.

Anggap investasi 1 juta per bulan, gw seharusnya udah punya 36 juta dong…

Dan ini belum termaksud deviden dan capital gain kalo gw memtuskan untuk berinvestasi di saham yah. Anggaplah dapet 8% per tahun (dividend + capital gain) dan selalu gw re-invest:

 Berarti tahun pertama gw dapet 960,000 jadi 12,960,000

Tahun kedua gw dapet 1,996,800 jadi 26,956,800

Tahun ketiga.. gw akan dapet 3,116,544 dan akan jadi 42 juta…

Inilah kekuatan dari compound interest. Jadi jangan remehkan kita ada orang yang menyesal karena terlambat 3 tahun.

Dengan konsistensi, 3 tahun akan menghasilkan 6 juta, hanya dengan modal tidur.

In case lo juga mau melihat seberapa besar uang yang seharusnya bisa lo tabung, atau untuk perencanaan keuangan/ investasi lo kedepanya, liat simulasinya disini.

Tapi mau bagaimana pun, konsistensi akan selalu jauh lebih penting dari segala hal. Dengan pemikiran ini, gw ngga terlalu risih karena keterlembatan gw, dan fokus untuk di hari-hari kedepanya.

3. Apa-apa selalu diluar

Ini mungkin berkaitan dengan kesalahan pertama. Namun dalam point kali ini, gw akan membahasnya dari sisi yang berbeda.

Salah satu penyesalan terbesar gw dalam segi keuangan adalah habit gw untuk selalu mengeluarkan uang diluar.

Contohnya, ketika gw magang dulu di Jakarta, gw sekarang sadar betapa hedonya gw saat itu. Sarapan Starbucks, lunch diluar, setelah itu minum kopi Starbucks, snack diluar, makan malem pun beli diluar (Bagi yang belum tau, gw adalah penggila Starbucks)

Padahal sebenernya gw bisa bawa bekal dari rumah, bawa kopi sachetan, snack boleh lah diluar, yang penting sehabis kerja gw lekas pulang ke rumah dan makan malam dirumah.

Kalo begitu caranya, mungkin tabungan gw udah jauh lebih besar dari sekarang. Tapi ya yang namanya penyesalan pasti selalu datang terakhir.

Sekarang gw berpikir ke belakang dari bertanya “kenapa gw gapernah makan dirumah dan hemat yah?” . Padahal makanan dirumah jauh lebih sehat dan ngga boros.

Jadi buat lo semua yang dimasakin makanan dirumah, jadikan itu bekal ke kantor ataupun makan malam yah. Percaya sama gw, you will save a lot of money doing so, dan lo akan membuat orang-tua lo merasa ter-apresiasikan.

Kalo lo masih muda, mulailah kebiasaan tersebut. Gw pun sekarang pengen waktu berputar dan lebih menghargai sesuatu sesederhana masakan.

4. Terlalu emosional akan uang

Salah satu hal yang paling menarik di fakta ini adalah; gw baru menyesal ketika sedang menulis catatan ini.

Setelah gw melakukan 3 kesalahan keuangan sebelumnya, gw jadi lebih disiplin akan uang, malah terlalu disiplin.

Setiap harinya, gw selalu mencari cara untuk mencari uang lebih, agar bisa menabung lebih dan pada akhirnya, dapat mencapai tujuan finansial gw lebih cepat.

Tanpa gw sadari, ambisi ini melelahkan otak dan mental gw, dan semua terlihat ketika gw memutuskan untuk medical check up beberapa minggu sebelum catatan ini dirilis.

Karena ambisi dan prinsip keuangan gw yang bia dibilang sangat ketat, ternyata ini semua mempengaruhi kesehatan gw.

Selama ini gw selalu berpikir berkali-kali sebelum mengeluarkan uang.

Gw lebih memilih makanan berminyak daripada makanan sehat karena lebih hemat.

Gw lebih memilih masak makanan yang sama daripada mencoba hal baru karena lebih hemat.

Gw lebih memilih menabung secara extreme dibandingkan sesekali memanjakan diri gw karena lebih hemat.

Semua ini menumpuk dan mempengaruhi kesehatan gw.

Orang-orang terdekat gw pun bilang bahwa tidak ada salahnya kita mengeluarkan uang untuk memanjakan diri kita, karena itu menjadi salah satu investasi berharga untuk kita.

Bukan investasi dalam hal finansial, tapi investasi dalam hal kesehatan.

Dari sinilah gw mulai mengembangkan budgeting yang lebih fleksibel untuk diri gw sendiri, karena untuk apa menabung ketika kesehatan kita yang menjadi korban?

Jadi untuk semua yang membaca ini, yang sedang menabung dan berinvestasi, dan yang sedang ambisius ingin mencapai tujuan finansialnya, perhatikan juga kesehatanya yah.

Jangan sampai lo tidak punya waktu untuk menikmati hasil kerja keras lo selama bertahun-tahun.

It’s not all about money

Keseimbangan antara tujuan finansial dan kesehatan lo dalam jangka panjang sangatlah penting.

Ingat, jangan sampai kalian berusaha mencapai tujuan finansial kalian sedini mungkin, namun umur lo menjadi lebih pendek karena itu.

Selagi lo mempunyai tujuan yang rasional, metode yang tepat dan dibimbing oleh konsistensi, pasti lo akan sampai ke tujuan.

Banyak dari mereka diluar yang selalu memotivasi untuk berinvestasi, mencari uang dan menabung. Tapi sangat sedikit yang juga membahas opportunity cost dari semua ini.

Kesalahan keuangan itu wajar, malah akan membuat lo lebih baik lagi kedepanya. Lebih baik terjatuh sekarang!

Temukan keseimbangan antara uang dan kesehatan, dan as always, selalu ingat bahwa pada akhirnya, tidak ada yang abadi.

Thank you for reading this entry!

Don’t miss anymore entries. Subscribe now!